Badai Kenaikan Avtur: Biaya Umrah Melonjak, Maskapai Kenakan Tambahan Hingga Rp5,5 Juta

Kategori : info, Ditulis pada : 10 Mei 2026, 04:05:15

JAKARTA – Industri perjalanan ibadah umrah kembali menghadapi tantangan berat. Lonjakan harga avtur global yang terjadi sejak April hingga Mei 2026 kini berdampak langsung pada kantong calon jemaah. Sejumlah maskapai penerbangan internasional dan domestik mulai memberlakukan kebijakan fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar dengan nilai yang cukup fantastis, mencapai jutaan rupiah per tiket.

harga avtur naik.png

Kenaikan ini dipicu oleh fluktuasi harga minyak dunia dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengerek harga avtur hingga lebih dari 70%. Akibatnya, harga paket umrah yang sebelumnya sudah dipesan jemaah terancam mengalami penyesuaian harga atau "surplus" biaya.

Rincian Tambahan Biaya Berdasarkan Maskapai

Berdasarkan data yang dihimpun dari asosiasi travel umrah dan kebijakan terbaru maskapai, berikut adalah rincian tambahan biaya (fuel surcharge) yang harus ditanggung per tiket:

  • Lion Air: Mengenakan tambahan sebesar Rp5.500.000.

  • Batik Air: Mengenakan tambahan sebesar Rp4.500.000.

  • Hainan Airlines: Mengenakan tambahan sebesar Rp4.000.000.

Kenaikan ini dinilai sangat signifikan mengingat biaya tersebut merupakan angka tambahan di luar harga tiket dasar yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Dampak Langsung ke Paket Umrah

Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) menyatakan bahwa kondisi ini membuat para pelaku usaha travel "menjerit". Kenaikan komponen tiket pesawat yang bisa mencapai 40-50% dari total harga paket umrah memaksa penyelenggara untuk melakukan langkah-langkah darurat.

"Kami sedang berupaya melakukan mediasi dengan pihak maskapai dan pemerintah. Jika beban kenaikan avtur sepenuhnya dibebankan kepada jemaah dan travel, ini akan sangat memberatkan ekosistem ibadah umrah kita," ujar perwakilan asosiasi.

Bagi jemaah yang sudah melunasi pembayaran, kenaikan mendadak ini sering kali memicu dilema: apakah harus membayar selisih harga (nomok) atau menunda keberangkatan.

Strategi Menghadapi Kenaikan Harga

Untuk menyiasati lonjakan biaya ini, beberapa agen travel mulai menyarankan jemaah untuk:

  1. Memilih Penerbangan Transit: Beberapa maskapai dengan rute transit terkadang menawarkan harga yang lebih kompetitif dibanding penerbangan langsung (direct).

  2. Pendaftaran Lebih Awal: Mengunci harga tiket jauh-jauh hari untuk menghindari fluktuasi harga bahan bakar di bulan-bulan berikutnya.

  3. Transparansi Biaya: Travel diminta untuk menjelaskan secara detail komponen fuel surcharge kepada jemaah agar tidak terjadi kesalahpahaman saat keberangkatan.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan saat ini juga dikabarkan tengah mengevaluasi kebijakan fuel surcharge agar tetap menjaga keberlangsungan industri penerbangan tanpa mematikan daya beli masyarakat yang ingin beribadah ke Tanah Suci.


Kondisi ini diperkirakan akan terus dinamis mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia. Para calon jemaah diimbau untuk terus berkomunikasi aktif dengan agen travel masing-masing terkait kepastian jadwal dan harga keberangkatan.

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id